Bisnis  

Peluang Usaha Budidaya Jamur Kayu dengan Manfaat Langsung

Peluang Usaha Budidaya Jamur Kayu Dengan Manfaat Langsung
Peluang Usaha Budidaya Jamur Kayu dengan Manfaat Langsung

Dalam kehidupan manusia, jamur dapat keuntungan (manfaat) maupun kerugian. Peluang Usaha Budidaya Jamur Kayu dengan Manfaat Langsung.

Manfaat langsung, misalnya bebepa jenis jamur dapat dijadikan bahan makanan seperti jamur shiitake, jamur kuping, jamur tiram, dan sebagainya.

Manfaat tidak langsung yaitu banyak jamur yang menjadi bagian dalam pembuatan obat-obatan tradisional misalnya jamu-jamu, ataupun obat-obatan modern

Salah satu jamur yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan (edibel) adalah jamur kayu. Disebut demikian karena jamur ini umumnya tumbuh menempel pada kayu yang telah mati dan lapuk. Sehingga pembudidayaan secara tradisional juga menggunakan kayu yang dipotong-potong.

Tetapi kini budidaya jamur kayu banyak dilakukan dengan menggunakan serbuk gergaji kayu sebagai media tanamnya.

Peluang Usaha Budidaya Jamur Kayu dengan Manfaat Langsung

Ada bebepa jenis jamur kayu yang umum dibudidayakan yaitu:
Jamur Kuping (Auricularia sp), Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus), Jamur Shiitake (Lentinus Edodus), Jamur Ling zhie (Ganoderma), Jamur Kepala kera, Jamur Paha ayam dan lain sebagainya.

Manfaat jamur kayu selain bergizi tinggi juga bermanfaat bagi kesehatan diantaranya untuk mencegah dan mengobati penyakit jantung, kolesterol, tekanan darah tinggi, penyakit paru-paru, menetralisir racun dan memperlancar proses metabolisme dalam tubuh.

Selain itu, bermanfaat juga untuk anti virus, anti tumor, anti kanker, diabetes, hepatitis, sesak napas, migren dan lain sebagainya

SYARAT TUMBUH

Jamur kayu dapat tumbuh dan dibudidayakan di daerah dingin maupun panas dengan suhu 12 – 36 0C, namun suhu optimum antara 20 – 28 0C. masing-masing jamur memiliki karakter dan kebutuhan biologis yang berbeda beda.

Beberapa adalah kebutuhan sinar matahari tidak langsung, kelembaban udara, suhu dan sirkulasi udara. Sebagai contoh jamur kuping akan tumbuh optimal pada suhu 22 0C dan kelembaban 93%.

Jamur tiram akan tumbuh optimal pada suhu 27 0C dan kelembaban 60%, jamur lingzhi akan tumbuh dengan optimal pada suhu 25 0C dan kelembaban 65%, jamur shiitake akan tumbuh dengan optimal pada suhu 16 0C dan kelembaban 97%.

TEKNIK PRODUKSI BENIH SIAP TANAM

Bahan dan Perlengkapan yang perlu disiapkan

  • Serbuk gergaji kayu yang lunak (albasia) yang sudah diayak dibiarkan satu bulan untuk menghilangkan getah dan sisa minyak pelumas yang terkandung didalamnya.
  • Bahan campuran : Gips (CaSO4), Kapur (CaCO3), Bekatul, TSP dan lain sebagainya.
  • Cincin plastik, kapas dan tutup cincin
  • Plastik (polypropylene) yang tahan panas
  • Lampu, spiritus, alkohol, formalin, pinset

Penyiapan Media Tumbuh

Media tumbuh jamur terdiri atas campuran : Serbuk gergaji, Bekatul, kapur dan bahan tambahan lainnya dengan perbandingan 100 : 10 – 15 : 1 dan bibit jamur (F-3).

Baca juga : 5+ Tips Peluang Bisnis Ikan Bawal untuk Budidaya agar Sukses

Tahapan pengisian polybag dengan bahan serbuk gergaji adalah sebagai berikut:

  • Bahan-bahan dicampur rata dengan Kadar air 60% dengan cara memerciki campuran dengan air. Selanjutnya campuran media tersebut dimasukan ke dalam polybag (polypropylene) dan dipadatkan. Pemadatan dapat dilakukan dengan menggunakan mesin/manual yang ditekankan dengan tangan. Pengisian polybag sampai setinggi ± 2/3 atau 3/4 bagian. Pada mulut plastik cincin dipasang plastik dan disumbat dengan kapas kemudian ditutup dengan tutup cincin. Setelah itu polybag siap untuk disterilkan.
  • Sterilisasi dilakukan dengan menggunakan autoklap (panas bertekanan) tekanan 1 atmosfer atau suhu 120 0C selama 5-6 jam, atau dikukus dengan suhu 95-100 0C selama 12 jam.
  • Pada hari berikutnya setelah media dingin antara 35 – 40 C dilakukan inokulasi (pemberian bibit f-3) dengan cara membuka kapas dan memasukan bibit pada lubang yang telah disediakan dengan sendok steril, selanjutnya lubang ditutup kembali dengan kapas.
  • Polybag yang sudah diinokulasi kemudian disimpan (proses inkubasi) sambil menunggu pertumbuhan miselium.

TEKNIS BUDIAYA

Sebelum polybag sudah, harus didalam kumbung jamur disterilkan dengan cara lantai ditaburi kapur dan insectida. 1 – 2 hari kemudian polybag dimasukkan rapi dilantai untuk menumbuhkan miselium.

Setelah ± 1/2 – 3/4 bagian permukaan media ditumbuhi oleh miselium jamur. Maka polybag siap disusun dengan rak sederhana yang terbuat dari bambu dengan posisi tidur dan tumpuan diatur bolak – balik.

Kemudian dibuat lubang pada ujung polybag (dekat tutup) dengan cara menyobek plastik polybag berbentuk X, V atau + sepanjang ± 1.5 Cm untuk jamur kuping dan tiram sebagai tempat munculnya buah jamur.

Sedang untuk jamur ling zhie cukup dengan melepas kapas sebagai tempat munculnya tubuh buah jamur. Sedangkan untuk jamur shiitake setelah miselium memenuhi media maka plastik dilepas seluruhnya.

Baca juga : Alasan Budidaya Ikan Sidat dan Peluang Usaha Ikan Sidat

Sejak itu jamur dirawat dengan cara penyemprotan menggunakan handsprayer. Jika calon jamur sudah tumbuh dan berumur 15 hari, maka pada sisi yang berlawanan dibuatkan lubang untuk munculnya tubuh buah jamur. Peluang Usaha Budidaya Jamur Kayu dengan Manfaat Langsung.

ROTI DAN ROTI PASCA

Jamur kuping siap dipanen bila ukurannya sudah optimal yang ditandai dengan ciri-ciri jamur sudah mulai mengkerut dan keriting pada bagian pinggir tudung jamur (±30 hari).

Sedangkan jamur tiram umumnya siap dipetik ketika telah berusia 2 hari. Jamur ling zhie umumnya siap petik pada umur 1,5 – 2 bulan sejak prickly pears. Pemanenan dilakukan dengan seluruh bagian jamur yang ukurannya sudah optimal.

Setelah dicabut, serbuk kayu yang menempel pada bagian akar jamur kuping segera dibersihkan. Kemudian jamur dibersihkan dengan udara yang dikeringkan dengan sinar matahari atau dapat juga dengan mesin pengering jika cuaca tidak mendukung (untuk jamur kuping dan lin zhie). Tetapi ada pula yang cukup dijual dalam kondisi segar seperti jamur tiram dan jamur shiitake.

Langkah berikutnya adalah mengemas jamur tersebut ke dalam kantong plastik kedap udara agar jamur tahan lebih lama dan tampak lebih menarik. Selanjutnya jamur siap untuk dipasarkan.

PEMASARAN

Jamur kayu dapat dipasarkan dalam bentuk segar maupun dalam bentuk kering. Baik untuk pass eksport maupun untuk pass lokal. Ada juga yang memasarkannya dalam bentuk olahan seperti keripik jamur, sop jamur, sate jamur, teh jamur, sirup jamur, kapsul dan lain sebagainya.

Namun pada umumnya jamur kuping, jamur ling zhie dipasarkan dalam bentuk kering sedang jamur tiram dan jamur shiitake dipasarkan dalam bentuk segar keberbagai daerah antara lain Jakarta, Bogor, Tangerang, Bandung, Tasik, Surabaya, Bali, Kalimantan, Lampung, Palembang, Batam dan kota lainnya (untuk lokal).

Baca juga : Daftar Peluang Usaha Budidaya Durian Bawor Di Pasaran

Sedang untuk eksport antara lain ke Den Taiwan, Singapore, Hongkong, Jepang, Amerika dan Bebepa Den Eropa.

Untuk memenuhi keperluan eksport biasanya diperlukan standar kualitas tertentu termasuk besar, lebar dan bersih disamping itu juga perlu mempertimbangkan 3 Q yakni Qualitas, Quantitas dan Qontinuitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.