4 Tanda Kucing Kutuan itu Apa Lengkap

  • Bagikan
4 Tanda Kucing Kutuan itu Apa Lengkap

BYSNIS.COM – apakah si meong kesayangan kalian terjangkit serangan kutu atau tidak. 4 Tanda Kucing Kutuan itu Apa Lengkap dan Metode yang Tidak Boleh Dilakukan.

Tanda Kucing Kutuan

1. Kucing mematut diri

Apabila si kucing kalian sensitif kepada kutu, maka si meong bisa saja mempunyai reaksi alergi.

Bahkan, si meong yang tidak alergi kepada saliva kutu juga akan mengalami iritasi serta akan merasa gatal pada waktu digigit.

Hal tersebut memicu dari perilaku dari mematut diri si kucing yang berlebihan. Kucing kalian mungkin saja akan sering membersihkan dirinya sendiri dengan menyeluruh untuk dapat mengusir kutu-kutu itu.

Keberadaan dari kutu ini cukup sulit untuk dideteksi, sebab dapat loncat ke tubuh kucing itu sendiri atau bahkan kucing lainnya hanya untuk makan serta akan langsung pergi.

Maka dari itu, si kutu ini hanya akan muncul sebentar saja.

Hal itulah yang menjadi alasan mengapa kucing dapat terkena serangan kutu walaupun kalian tidak dapat menemukannya.

Tanda-tanda dari serangan kutu juga berbeda-beda, hal tersebut tergantung terhadap kesehatan si kucing itu sendiri. Jumlah untuk kutu di tubuh kucing, serta faktor individual lainnya.

2. Ada benjolan di kucing, bulu rontok

Gigitan pada Tanda Kucing Kutuan memang sangatlah menyebalkan.

Kalian perlu untuk memperhatikan setiap gerak gerik atau pun gejala si kucing kalian seperti yang ada di bawah ini.

  • Adanya benjolan yang kecil atau pun lapisan kulit yang terlihat mengelupas, dan pada umumnya terdapat di bagian leher dan juga punggung
  • Iritasi pada kulit, khususnya pada bagian belakang leher serta pada bagian pangkal ekor
  • Si meong intensitas menggaruk nya semakin sering, khususnya pada area wajah
  • Si meong juga akan semakin sering untuk mematut diri
  • Muntahan berupa bola bulu sebab si kucing mematut diri secara berlebihan
  • Bulu rontok
  • Terdapat cacing pita dalam kotoran si kucing (kutu dapat membawa telur cacing pita dan akan dimakan oleh kucing kemudian dikeluarkan bersamaan dengan kotorannya)

3. Perhatikan perilaku kucing

Si meong bisa saja secara tiba-tiba menghindari beberapa ruang yang biasanya sangat ia sukai.

Khususnya apabila di dalam ruangan itu terdapat karpet yang diserang oleh kutu. Kucing yang terserang kutu juga terlihat sangat gelisah.

Si kucing bahkan mulai sering menggelengkan kepalanya dan mudah menggeram. Si kucing tersebut mungkin tengah berupaya untuk menyingkirkan kutu.

Terdapat beberapa kucing yang mungkin lebih sensitif kepada adanya gigitan kutu serta akan lebih merasa responsif dan terganggu karenanya.

Kucing-kucing itu biasanya akan menunjukkan berbagai sikap yang aneh sebab ia mulai merasa tak nyaman.

4. Tanda-tanda anemia

Apabila Tanda Kucing Kutuan tersebut mengakibatkan dampak yang buruk bagi kesehatan si meong, maka besar kemungkinannya jika si meong bukan hanya terserang banyak kutu.

Melainkan si meong sudah mulai menderita kekurangan darah sehingga menimbulkan anemia.

Apabila benar demikian, maka kalian perlu mewaspadai apabila si meong mulai terlihat lemas atau terlihat mengalami kecapaian yang ekstrem.

Selain itu, si meong juga mempunyai gusi yang pucat serta kekurangan masa otot.

Kalian juga dapat mencari kotoran kutu dengan cara menggelapkan handuk basah ke badan si meong untuk memastikan adanya kutu yang bersarang.

Walaupun si kucing tak diserang oleh kutu, namun kalian tetap harus membawanya ke dokter hewan apabila si kucing mengalami anemia.

Anak kucing serta kucing yang telah dewasa mempunyai kemungkinan yang jauh lebih besar untuk mengalami sebab adanya serangan kutu.

Metode yang Tidak Boleh Dilakukan

Ada beberapa kesalahan yang biasanya dilakukan oleh pemilik kucing untuk mengatasi kutu pada kucing, diantaranya seperti :

1. Mengaplikasikan bedak pada tubuh kucing

Mengapa hal tersebut tidak boleh dilakukan?

Sebab terdapat banyak kasus di mana selepas si kucing diberikan bedak kemudian dimandikan, si kucing akan muntah-muntah serta mengalami alergi.

Sehingga ada baiknya apabila kalian tidak memakai bedak dalam upaya membasmi Tanda Kucing Kutuan ini.

2. Memakai obat kimia berlebih

Nah, kalau yang satu ini memang jelas tidak boleh untuk kalian lakukan serta kalian harus mengetahui dosis serta cara pemakaiannya. Sebagai contoh adalah pemakaian Spray Anti kutu.

Kalian tidak boleh menyemprotnya hingga bulunya basah, cukup dengan sedikit saja. Jika si meong sampai basah, maka hal tersebut akan membahayakan si kucing itu sendiri.

3. Menggunakan minyak kayu putih

Mungkin dari kalian banyak yang berpendapat jika menggunakan minyak kayu putih ampuh untuk membasmi kutu, namun kami tidak menyarankan hal tersebut.

Karena, pada saat kita mengaplikasikan ke daerah kulit si meong,terdapat kesempatan untuk si meong dalam menjilat daerah tersebut. Dan akan memberikan efek terbakar pada si kucing tersebut.

Sebab ada suatu kasus di mana si kucing menjilati botol minyak kayu putih dan si kucing tersebut tidak mau makan dan muntah-muntah

4. Obat kimia

Jangan memakai obat kimia dalam membasmi Tanda Kucing Kutuan.

Jika kalian tetap ingin memakai obat, maka usahakan obat tersebut sudah di anjurkan oleh dokter.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *