3 Cara Vaksinasi dan Jenis Vaksin Ayam Potong Broiler

3 Cara Vaksinasi dan Jenis Vaksin Ayam Potong Broiler





BYSNIS.COM – Menjaga kesehatan ayam broiler dan cepat sembuh harus mendapatkan vaksin. Kita akan belajar dari 3 Cara Vaksinasi dan Jenis Vaksin Ayam Potong Broiler.

Vaksinasi kita butuhkan untuk ternak agar tercegah dari serangan penyakit selama pertumbuhannya. Metode yang kita berikan pun bermacam-macam.

Baik melalui air minum, suntikan atau injeksi, dan tetes mata. Kegiatan vaksinasi ini merupakan usaha awal peternak dalam mencegah masuknya penyakit ke dalam tubuh ayam broiler. Selain itu, kegunaan lainnya adalah meningkatkan kekebalan tubuh.

Pada ayam potong broiler, Vaksinasi terdiri dari 3 metode. Metode tersebut adalah melalui suntikan, tetes pada mata, dan mencampurkannya pada air minum. Biasanya metode yang sering peternak lakukan adalah melalui air minum karena mudah dan cukup efektif.

Berikut 3 Cara Vaksinasi Ayam : 

Melalui Air Minum

Air minum yang akan kita campurkan dengan vaksin harus bebas klorin dan desinfektan lainnya. Sebelum kita berikan, ayam juga perlu berpuasa sekitar 1-2 jam sebelum vaksinasi. Bahan yang perlu kita siapkan dengan metode ini adalah air, susu skim dan vaksin. 

Jumlah airnya yang kita butuhkan adalah jumlah air yang habis diminum selama 1-2 jam. Susu skim hanya 2 gram per liter air. Lalu, vaksin kita campurkan dengan larutan air dan susu skim. Susu skim berguna untuk mencegah reaksi vaksin terhadap bahan dalam air.

Pemberian vaksin melalui air minum juga ada dosis tertentunya yaitu:

Vaksinasi Ayam Potong Broiler Melalui Air Minum

Rumusan tersebut menunjukkan bahwa setiap ekor membutuhkan sekitar 1 ml air. Jumlah air pada setiap tempat minum merupakan jumlah air minum yang terbagi dengan jumlah tempat minum.  Terlihat mudah bukan?

Meskipun metode vaksinasi ini di anggap mudah prosesnya, di sisi lain kelemahan pada vaksini ini pun cukup banyak. Akibatnya, vaksin pada ayam broiler ini sebaiknya sudah terprogram. Mengapa? Agar supaya ayam mendapatkan vaksin yang optimal.

Baca juga : 5 Perbedaan Reseller Dan Dropship untuk Dunia Bisnis Online

Tetes Mata

Metode kedua yaitu diteteskan pada mata ayam. Proses penetesan vaksin ke dalam mata harus terserap sempurna ke dalam kelopak mata. Kita baru boleh melepaskan ayam ketika tetesan sudah terserap dengan sempurna. 

Dosis vaksin yang di berikan melalui tetes mata sekitar 1 ml per ekornya. Sehingga, untuk 1000 ayam di perlukan sekitar 1 liter. Proses ini termasuk yang memakan waktu. Mengapa? Karena jumlah ayam saat di vaksin dalam sekali jaring harus cukup tidak lebih ataupun kurang supaya efektif.

Injeksi atau Suntik

Metode terakhir adalah di suntik. Sebelum menyuntikkan vaksin, injektor perlu di cek terlebih dahulu. Umumnya, vaksin yang di gunakan berada di dalam botol yang sudah di masukkan ke dalam lemari es dan saat di gunakan segera di biarkan dulu agar suhunya sama dengan suhu lingkungannya.

Kebanyakan vaksin di suntikkan ke pangkal paha (musculus) ayam potong broiler. Keuntungan dari vaksin yang di suntikkan adalah dosisnya sudah di atur oleh injektornya. Botol vaksin yang akan di gunakan harus di kocok terlebih dahulu agar tidak mengendap.

Baca juga : 10 Cara Usaha Cetak Undangan Pernikahan untuk Pemula

Jenis Vaksin Ayam Potong

Jenis vaksin yang biasa digunakan adalah ND (Newcastle disease) dan Gumboro.Keduanya merupakan penyakit yang rentan terjadi pada umur 28 hingga 35 hari. Pemberiannya sendiri dianjurkan selama 4 kali dengan jadwal sebagai berikut.

Pada umur 1 hari, ayam di berikan vaksin ND-IB tetes mata. Selanjutnya, pada umur seminggu vaksin yang di berikan adalah ND dengan cara di suntik. Ketika berumur 12 hari, ayam broiler di berikan vaksin IBD yang di berikan melalui air minum. Lalu di umur 19 hari, ayam di berikan vaksin ND melalui air minum.

Jadwal vaksinasi sebaiknya di lakukan tepat waktu. Mengapa? Menanggulangi masalah penyakit ayam potong broiler lebih terjaga dan membuat ayam tidak rentan penyakit. Terlebih lagi, dengan di berikan vaksin kekebalan tubuh ayam meningkat sehingga pertumbuhannya sehat.

Untuk hasil yang optimal, vaksinasi ayam broiler sendiri di program. Dalam hidupnya, ayam broiler membutuhkan 2 kali vaksin ND, satu kali vaksin ND-IB, dan IBD Vaccine. Hitungan tersebut adalah jumlah ideal.

Berikut adalah jenis vaksin ayam potong broiler beserta harganya.

Vaksin ND (Penyakit Newcastle)

Vaksin ND di gunakan oleh peternak unggas saat ternaknya berumur satu hari atau DOC. Penyakit New Castle atau ND merupakan penyakit yang di sebabkan oleh virus dan dapat menyebar dengan cepat dengan angka kematian yang cukup tinggi. Berikut ini adalah jenis-jenis vaksin ND yang di gunakan pada ayam:

  • Vaksin Lasota ND dapat di berikan setiap 3 bulan dengan harga Rp. 16.000 / 500g atau Rp. 24.500 / 50 g
  • Vaksin ND Viscerotropic yang dapat di berikan satu setengah bulan sekali dengan harga Rp. 16.000 menjadi Rp. 17.000 per 500 gram.
  • Vaksin ND Killed dapat di berikan setiap 3 bulan sekali dengan harga Rp. 65.500 per 100 gram.

Baca juga : Arti Mimpi Melihat Ayam Menetas Menurut Primbon Tanda Apa?

Vaksin bronkitis menular (IB)

Penyakit IB atau bronkitis menular menyerang sistem pernapasan ayam sehingga menyebabkan oksigen dalam tubuh berkurang. Vaksin IB diberikan melalui air minum untuk mencegah ayam pedaging tertular penyakit IB.

Ayam pedaging akan menerima vaksin ini melalui air minum dengan dosis 3 tetes vaksin per 50 ml air minum. Vaksin IB diberikan minimal sebulan sekali. Harganya cukup terjangkau, ada Rp. 35.000 hingga Rp. 45.000 per 100 gram. Ada juga harga Rp. 65.000/100 gram.

Vaksin Intermediet IBD

Jenis vaksin ayam potong broiler Selanjutnya adalah Vaksin Intermediet IBD. Salah satu vaksin yang digunakan untuk mencegah ayam terkena penyakit Gumboro adalah vaksin intermediet IBD.

Cara yang digunakan untuk vaksin ini adalah dengan obat tetes mata yang bisa digunakan setiap 2 bulan sekali. Harga vaksin IBD Intermediate adalah Rp. 25,00 untuk 30 gram. Harga jual 3 paket vaksin adalah Rp. 650.000.

Vaksin Avian Influenza (AI)

Untuk mencegah ayam pedaging atau unggas lainnya tertular virus influenza kelas A, vaksin flu burung dapat membantu mencegah hal ini. Virus influenza kelas A ini diketahui mematikan.

Cara penggunaan vaksin ini adalah dengan cara injeksi atau injeksi. Vaksin biasanya disuntikkan ke dada, otot, dan bawah kulit ayam dengan dosis yang disesuaikan dengan umur ayam. Harganya sekitar Rp. 65.000 untuk 130 gram dan Rp. 421.000 kali 850 gram.

Vaksin Gumboro A dan B

Penyakit gumboro telah lama menjadi salah satu musuh yang dihindari oleh para peternak ayam. Untuk mencegah penyakit Gumboro, peternak sering memberikan vaksin Gumboro A dan B kepada ayam pedaging.

Nah vaksin ini diberikan melalui air minum atau bisa juga diteteskan langsung ke mulut ayam. Dosisnya kira-kira 2 sampai 3 tetes. Harga vaksinnya sendiri bervariasi, ada yang Rp. 76,00 per 500 gram.

Mulai sekarang, petani bisa menghitung anggaran yang dibutuhkan untuk biaya vaksin dan vitamin. Jangan lupa untuk menjadwalkan jadwal vaksinasi agar pertumbuhan dan perkembangan ayam pedaging lebih optimal.

Baca juga : Arti Mimpi Memberi Makan Ayam Menurut Primbon Pertanda Apa

Chickin

Jenis vaksin ayam terakhir adalah chickin. Chickin hadir untuk membantu peternakan ayam menggunakan teknologi sistem IoT di sistem perumahan Micro Climate Controller.

Chickin juga menawarkan ayam broiler berkualitas untuk kebutuhan industri dengan harga terjangkau. Bersama Chickin, wujudkan sinergi ketahanan pangan Indonesia!