Inilah 7 Keutamaan Puasa Beserta Dalilnya

Puasa di bulan Ramadhan adalah ibadah yang sangat spesial bagi semua umat Muslim. Ada beberapa manfaat puasa di bulan Ramadhan yang tentunya sayang jika dilewatkan tanpa persiapan yang matang.

Meskipun memahami keutamaan dan hikmah puasa di bulan Ramadhan dapat membangkitkan semangat kita dalam berpuasa, namun tidak kalah pentingnya kita memahami dengan sungguh-sungguh tentang rukun puasa dan juga poin-poin berbuka puasa.

Puasa Ramadhan dilakukan selama sebulan dalam setahun sekali, sehingga sebagian orang menjadikan bulan Ramadhan sebagai waktu untuk berlatih pembenahan diri.

Selama bulan Ramadhan, pasti akan banyak menemukan banyak hal tentang ketekunan, empati, disiplin diri, berbagi kasih sayang, serta berbagai tindakan positif lainnya.

Hal ini tidak hanya baik untuk pengobatan pengembangan diri, tetapi juga kita akan mendapat ganjaran berupa pahala dan juga keberkahan yang tak terhingga.

Maka jika amalan-amalan tersebut menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan tidak mungkin jika kita bisa melakukannya di berbagai bulan lainnya. Manfaat dari keutamaan bulan Ramadhan ini, tidak sedikit yang justru berhasil memperoleh keberkahan dan fadhilah puasa Ramadhan yang hakiki.

Keutamaan puasa di bulan Ramadhan.

Keutamaan puasa Ramadhan terdiri dari hubungan spiritual antara seorang hamba dengan Tuhannya serta hubungan sosial antar individu. Untuk menyebutkan beberapa adalah:

  1. Bersabar

Dalam Hasyiyah Bujairami Ala Syarhil Manhaj, kesabaran adalah mengendalikan diri ketika mengalami sesuatu yang tidak disukai atau tidak mendapatkan apa yang diinginkan.

Dan juga ada 3 jenis kesabaran yaitu:

  • Sabar Dalam Melaksanakan Ibadah
  • Sabar Dalam Menghadapi Ujian dari Allah s.w.t
  • Bersabarlah saat menghadapi pahitnya takdir Allah

Dari 3 macam ketekunan diatas, semuanya akan benar-benar hilang oleh orang yang berpuasa. Karena itu ia harus mengatur dirinya untuk tetap setia kepada Allah dengan menjalankan puasanya, tetap menjadi individu dalam menghindari hal-hal yang mengakhiri dan setuju untuk mematuhi pengaturan Allah ketika dia lapar dan lemah.

Karena itu dalam sebuah hadits, Nabi menyebut bulan Ramadhan sebagai “bulan ketekunan”.

  1. Amal dan Pahala yang berlipat ganda

Selain pahala puasa di bulan Ramadhan, keutamaan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan tentu saja akan ditinggikan semua amalan doanya di sisi Allah.

Hal ini berdasarkan hadits:

ل الصائم ا

Artinya: Sesungguhnya amal ibadah orang-orang yang cepat di lipat gandakan.

Dalam sebuah hadits tambahan Nabi menyatakan:

ال: ل النبي الصدقة ل ال: “صدقة ا”

Artinya: Nabi ditanya, “Sedekah apa yang paling baik?” Nabi menjawab “sedekah di bulan Ramadhan”.

Bahkan umroh di bulan Ramadhan memiliki pahala yang setara dengan haji. Hal ini sebagaimana ditentukan dalam Sahih Bukhari dan juga Muslim.

  1. Terapi psikologis dan jantung

Ketika seseorang merasa puas serta terus-menerus mengikuti keinginan nafsunya, dia sangat mudah diganggu oleh godaan setan dan jatuh di bawah pelampiasan hawa nafsunya.

Dalam kondisi ini hatinya menjadi gelap dan buta sehingga sudah pasti ia tidak bertanggung jawab dalam mengingat atau berdzikir kepada Allah.

Ini berbeda ketika Anda lapar. Orang yang lapar seringkali cenderung memiliki hati yang cerah dan juga perasaan yang sensitif sehingga lebih toleran dan juga memiliki empati yang tinggi terhadap orang yang lemah atau jahat’.

Selain itu, hati yang bercahaya akan mendorong seseorang untuk ekstra intens dalam berdzikir kepada Allah dan juga tafakkur. Oleh karena itu, banyak pendidik sufi yang melatih peserta didiknya menggunakan puasa riyadhoh.

  1. Mudah bersyukur

Hubungan antara bersyukur dengan keutamaan puasa Ramadhan adalah bahwa pada umumnya kekayaan atau kepuasan yang kita peroleh baru kita sadari ketika kita telah kehilangan.

Dengan tidak makan, orang yang berkelimpahan yang biasa membuang makanannya diharapkan dapat memahami tentang nafsu dan juga merasakan secara langsung bagaimana rasanya memiliki tubuh yang lemah akibat kehausan serta nafsu makan yang biasa dialami oleh orang jahat. .

Ini akan memotivasi rasa syukur atas berkat sejati yang sebelumnya tidak disadari. Sampai hati spiritual mereka terbangun, dan kesombongan yang dulunya sama sekali tidak memiliki belas kasih menjadi semakin kurang dan semakin sadar akan pentingnya berbagi dengan saudara-saudara yang membutuhkan.

  1. Kecilkan peluang Setan

Dalam sebuah hadits dibahas bahwa setan benar-benar berjalan di dalam tubuh manusia melalui sel darah.

Dengan tidak makan tentu peredaran darah akan dipersempit sehingga peluang setan untuk ikut campur juga jauh lebih kecil.

Karena itu Pembawa Allah membeli lagu-lagu yang tidak dapat diperoleh untuk dinikahkan dengan puasa.

  1. Dapatkan 2 kebahagiaan

Fadhilah yang tidak makan Ramadhan berikutnya, yaitu ia pasti akan mengalami kegembiraan ketika berbuka puasa dan juga akan menikmati manfaat puasa Ramadhannya nanti di akhirat. Nabi mengklaim:

للصائم ان: لقاء

Definisi: tidak makan individu memperoleh 2 kegembiraan. Puas saat berbuka puasa sekaligus bahagia saat berjumpa dengan Rabb-nya.

  1. Tidurnya orang yang berpuasa adalah shalat

Dalam sebuah hadits marfu’ dijelaskan bahwa:

الائم ا

Artinya: tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah

Abu Aliyah juga berbagi uraian tentang keutamaan puasa Ramadhan yang praktis seperti hadits di atas, beliau menyatakan:

الصائم ادة ا لم ا ا اا لى اشه

Definisi: Orang yang berpuasa selalu memuji, asalkan tidak menggunjing meskipun kesiangan.

Perlu diingat, keutamaan dan juga ilmu puasa Ramadhan pasti akan tercapai jika kita tidak hanya meninggalkan makan, minum dan hal-hal yang membatalkan puasa selama berpuasa.

Namun kita juga perlu bertindak Ihsan kepada Allah dan sesama dengan menjauhi dan meninggalkan segala larangan Allah seperti fitnah dan juga menyakiti tetangga. Nabi berkata:

لَمْ لَ الزُّورِ الْعَمَلَ لَيْسَ لِلَّهِ اجَةٌ ا ا

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan kebiasaan kebohongan yang ada, maka Allah s.w.t tidak mencari nafsu dan juga dahaga yang ditahannya.”  (HR Bukhari no. 1903).

Demikian tulisan tentang 7 keutamaan puasa Ramadhan dan dalil-dalil yang sebenarnya telah kami rangkum dari publikasi Lathoiful Ma’arif oleh Ibn Rajab al Hanbali.

Referensi : Ruqyah Cirebon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.