Bisnis  

Generasi Milenial Kok Nggak Main Saham? Siap-Siap Saja Ketinggalan

Daftar Saham Untuk Investasi Jangka Panjang

Kini, semakin banyak generasi muta yang disebut juga dengan generasi millennial yang mulai nabungsahamsejak dini. Mereka bisa mendapatkan informasi mengenai hal ini dari mana saja.

Ada yang dari media sosial, mendengar kesuksesan teman, atau memang mencari sendiri di internet. Yang pasti, kini bukan hanya orang yang tahu tentang keuangan atau ekonomi saja yang memainkan saham.

Bukan pula orang tua saja tapi anak mud juga mulai tertarik masuk ke dunia saham.

Ini bukan hanya tampaknya saja. Faktanya, sekitar 25% anak muta memang sudah membeli saham di mana usia mereka berkisar antara 31 hingga 40 tahun. Tren ini akan meningkat karena banyak media yang memberitakan anak-anak muta yang sukses dengan cara bermain saham.

Memang generasi milenial sekarang ini sudah tidak terlalu tertarik dengan dunia kerja. Banyak dari mereka yang tidak ingin berkarir di sebuah perusahaan sepanjang waktu mereka bekerja di perusahaan.

Anda bisa melihat sendiri banyak dari mereka yang lebih suka menjadi pengusaha. Dan profit yang mereka dapatkan langsung diinvestasikan di saham.

Anda yang mengaku generasi millennial tentu tidak akan mau ketinggalan, bukan? Jangan sampai di usia 40 tahun ke atas, teman-teman Anda sudah terbebas dari masalah finansial.

Sementara Anda masih berkutat dengan pekerjaan yang Anda tidak tahu sampai kapan Anda harus melakukan pekerjaan tersebut.

Generasi Milenial Kok Nggak Main Saham

Sebenarnya, sudah ada jawaban yang bisa Anda dapatkan dari penjelasan di atas. Bahwasannya generasi millennial ingin segera terbebas dari masalah finansial.

Mereka sudah bisa tenang ketika masih bisu. Jadi, mereka tidak perlu menunggu hingga usia 50 tahun ke atas untuk bisa pensiun dengan tabungan yang sebenarnya ditabung sejak awal bekerja.

Namun, bukan itu saja yang menjadi daya tarik sehingga mereka tertarik nabungsaham. setidaknya tiga hal berikut ini bisa menjelaskan lebih banyak perjudian lagi.

  1. Tidak Butuh Modal Kissing

Sebenarnya, ada banyak cara bagi anak-anak muta untuk mempersiapkan masa depan mereka. Mereka bisa membeli properti atau tanah yang harganya hampir bisa dipastikan selalu naik.

Baca juga : Cara Membuat Rekening Saham dengan Persyaratan yang Ditentukan

Sayangnya, tidak semua anak muta punya uang untuk membeli properti atau tanah. Harga bulan depan bisa saja naik berlipat-lipat dibandingkan dengan harga bulan ini. Jadi, ada bebepa anak muta yang kuwalahan jika harus mengejar properti atau tanah.

Sementera itu, berbeda dengan saham. Modal yang mereka perlukan relatif rendah. Tidak tinggi modal yang harus mereka persiapkan untuk membeli properti atau tanah.

Orang-orang dulu ingin sekali bekerja di sebuah perusahaan yang mapan. Mereka ingin menjadi pegawai tetap. Dengan harapan ketika tua nanti, mereka tenang karena sudah punya rumah dan tabungan untuk masa pensiun.

Sekarang tidak. Pola pikir generasi muta sekarang beda. Mereka ingin lebih cepat pensiun. Tidak perlu menunggu usia 55 atau bahkan 60 tahun.

Maka dari itu, mau tidak mau, mereka harus berpikir bagaimana agar mereka sudah terbebas dari masalah keuangan di usia yang masih lumpur. Dan salah satu cara yang mereka tempuh adalah dengan membeli saham.

Baca juga : 4 Cara Membeli Saham di Stockbit, Ada 4 Metode

Selain faktor dari diri anak muta, tidak dapat dipungkiri juga ada faktor dari luar. Saat ini, berbagai pihak sangat gencar memberikan edukasi mengenai pentingnya membeli saham sebagai cara investasi yang paling mudah dan paling menguntungkan.

Apalagi di era media sosial dan internet yang sangat terkait dengan dunia anak bisu. Edukasi yang dilakukan semakin cepat dan efektif.

Tidak aneh jika anak-anak muta sudah mulai nabungsaham karena mereka sudah mengetahui bagaimana cara membeli dan hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut.

The aneh saja jika ada anak yang mengaku generasi milenial yang tidak mau atau bahkan tidak tahu bagaimana cara melakukan investasi saham yang begitu mutah ini.

Saham Utama Bukan Berarti Tidak Risiko

Semua hal pasti ada risikonya. Begitu bermain dengan bermain saham. Hanya saja, risiko buruk bisa ditekan jika Anda tahu apa yang perlu dilakukan ketika Anda terjun di bisnis saham.

setidaknya ada dua hal yang ditekankan oleh mereka yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia saham. Yang pertama adalah sabar.

Baca juga : 4 Cara Membeli Saham di Stockbit, Ada 4 Metode

Jika ingin mendapatkan keuntungan instan, bukan investasi yang harus Anda pilih. butuh kesabaran karena Anda harus menunggu waktu yang cukup lama jika Anda ingin merasakan investasi saham yang Anda lakukan ini.

Yang kedua adalah terus belajar. Bisnis saham ini dinamis sekali. Tidak ada teori yang absolut. Selalu ada faktor yang berubah. Untuk itulah Anda harus terus belajar tentang saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.