7 Perbedaan Batu Mortar dan Semen dengan Jenis-jenis Batu Mortar

  • Bagikan
7 Perbedaan Batu Mortar Dan Semen Dengan Jenis-Jenis Batu Mortar
7 Perbedaan Batu Mortar dan Semen dengan Jenis-jenis Batu Mortar

7 Perbedaan Batu Mortar dan Semen dengan Jenis-jenis Batu Mortar. Mortar saat ini terbuat dari berbagai bahan, tidak hanya batu, tetapi juga kayu.

Namun, mortar kualitas terbaik masih merupakan mortar batu asli. Untuk mortar buatan lokal, yang biasa ditemukan adalah mortar batu andesit yang kualitasnya sangat bagus.

Karena harganya yang cukup tinggi, ada juga mortar batu tiruan yang berkualitas rendah di pasaran. Agar Anda tidak tertipu, berikut 7 cara membedakan mortar batu asli dengan mortar semen.

Jenis-jenis mortar yang harus Anda ketahui

Cobek tidak hanya terbuat dari batu, tetapi juga dari bahan lain. Meskipun mortar yang paling tahan lama adalah batu, ada baiknya mengenali jenis mortar lainnya.

Kenali jenis-jenis batu mortar untuk mengetahui Perbedaan Batu Mortar dan Semen dengan Jenis-jenis Batu Mortar :

1. Robek batunya

Bobotnya lebih tinggi dari jenis mortar lainnya. Namun, proses penghancuran bumbu dan cabai dianggap paling memuaskan jika menggunakan lesung batu.

Batu cobek baik menggunakan jenis andesit atau batu kali. Adukan ini juga tidak mengeluarkan kerikil yang bisa tercampur dengan bumbu yang dihaluskan.

2. Merobek kayu

Ini lebih ringan dari mortar batu atau semen. Namun, permukaannya licin, sehingga sulit untuk menggiling bumbu. Mortar kayu juga cenderung lembap.

Jadi pastikan untuk mengeringkannya sebelum disimpan dan digunakan kembali untuk mencegah penumpukan bakteri. Aroma lesung kayu juga terkadang bercampur dengan bumbu yang Anda tumbuk. Perbedaan Batu Mortar dan Semen.

3. Merobek tanah liat

Biasanya hanya digunakan untuk mencampur makanan siap saji, seperti tahu gejrot. Oleh karena itu, mortar ini tidak digunakan untuk menghancurkan atau menghaluskan karena mortar ini mudah retak.

4. Mortar semen

Mirip dengan lesung batu tapi lebih ringan. Mereka cenderung berwarna lebih terang daripada mortar batu, dan serpihan semen terkadang dicampur dengan makanan giling.

7 Perbedaan Batu Mortar dan Semen dengan Jenis-jenis Batu Mortar

Agar tidak tertipu, ketahui cara membedakan lumpang asli dengan cara ini. Berikut Perbedaan Batu Mortar dan Semen :

1. Perhatikan baik-baik warna mortarnya

Seperti warna batu pada umumnya, mortar yang terbuat dari batu asli berwarna abu-abu alami. Sedangkan mortar semen warna gelap cenderung hitam karena hasil pengecatan.

Pabrikan mengecat mortar semen agar terlihat seperti mortar batu. Padahal, tidak ada warna cat yang benar-benar mirip dengan batu asli untuk menutupi warna semen.

baca juga9+ Arti Mimpi Dilempar Batu Besar dan Kerikil Menurut Ahli Mimpi

2. Membandingkan dua harga mortar

Mortar batu dipasarkan dengan harga yang lebih mahal dibandingkan dengan mortar semen, karena mortar batu diukir sedemikian rupa sehingga membentuk mortar.

Prosesnya memakan waktu karena membutuhkan keterampilan khusus. Ini adalah salah satu alasan mengapa mortar batu lebih mahal.

Sementara itu, proses pembuatan mortar semen cukup cepat. Semen cukup dicampur dengan bahan lain seperti kerikil dan kemudian dibentuk.

3. Bersihkan permukaan mortar untuk memeriksa kerapatan pori.

Perbedaan Batu Mortar dan Semen dengan membersihkan permukaan mortar. Anda pasti ingin pori-pori Anda menjadi kecil dan kencang serta kulit Anda terasa halus.

Tapi, bukan itu yang Anda inginkan dari mortar. Mortar batu yang berkualitas sebenarnya memiliki permukaan yang kasar dan celah yang cukup besar.

Hal itu terjadi karena secara alami itulah tekstur batu alam. Sedangkan mortar semen memiliki permukaan yang lebih halus dengan pori-pori yang lebih kecil.

4. Giling makanan dengan mortar baru

Cara ini tidak bisa dicoba langsung di toko, tetapi cukup ampuh untuk menemukan bahan-bahan untuk membuat lesung tersebut. Cobalah menggiling cabai.

Setelah agak halus, sentuh hasil ulekan dengan jari Anda. Jika Anda merasa ada butiran yang sangat kecil yang bukan biji cabai, berarti mortar Anda terbuat dari semen. Hal ini terjadi karena lapisan cat juga bisa terkikis.

5. Gosok mortar dengan benda tajam

Dengan garpu atau pisau tajam, Anda bisa mencoba mengikis permukaan mortar.

Jika hasil gores meninggalkan bekas berwarna putih, berarti mortar tersebut terbuat dari semen. Jejak itu terbentuk karena lapisan cat tergores. Jika Anda melakukan hal yang sama dengan mortar batu, Anda tidak akan menemukan goresan.

Baca juga : Arti Mimpi Operasi Bedah oleh Dokter Pertanda Baik atau Buruk?

6. Angkat mortar untuk membandingkan beratnya.

Karena terbuat dari batu asli. Perbedaan Batu Mortar dan Semen dengan mortar batu asli memiliki bobot yang lebih tinggi dari mortar semen.

Begitu juga dengan ul. Mortar dan alu yang berat akan membuat proses penggilingan atau penggilingan bumbu lebih cepat dan lancar.

Untuk membedakannya, Anda bisa mengangkat kedua jenis mortar dengan ukuran yang sama secara bergantian untuk menimbangnya.

7. Tuang sedikit air untuk mengecek perubahan warna.

Coba tuangkan sedikit air ke permukaan mortar. Jika air perlahan berubah dari bening menjadi keruh, berarti adukannya terbuat dari semen.

Warna berubah karena ada partikel semen yang terlarut di dalam air. Sedangkan jika airnya tetap jernih, meski telah didiamkan berjam-jam, berarti lesung tersebut benar-benar merupakan adukan batu.

Itulah beberapa informasi singkat tentang 7 Perbedaan Batu Mortar dan Semen dengan Jenis-jenis Batu Mortar.

Jangan Lewatkan berita lainnya hanya di bysnis.com dengan cara Follow BYSNIS di Google News

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *