AkunIndeks

Kelebihan AKM dari UN dengan Aspek Penting AKM (ANBK)

  • Bagikan

BYSNIS.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan bahwa mulai tahun 2021 Ujian Nasional akan di ganti. Sebagai gantinya, Kemendikbud telah menyiapkan standar penilaian baru, yakni Asesmen Nasional yang terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Inilah Kelebihan AKM dari UN dengan Aspek Penting AKM (ANBK).

Penilaian Nasional sendiri tidak menggantikan peran Ujian Nasional (UN) dalam aspek penilaian kinerja siswa atau hasil belajar pribadi. Penilaian Nasional akan menggantikan fungsi Ujian Nasional sebagai sumber informasi dalam memetakan dan mengevaluasi kualitas pembelajaran sekolah dan sistem pendidikan.

Sehingga nantinya Penilaian Nasional menghasilkan gambaran informasi yang lebih lengkap tentang proses pembelajaran, iklim pembelajaran satuan pendidikan dan kualitas hasil pembelajaran secara umum.

“Potret pelayanan dan kinerja masing-masing sekolah dari hasil UN menjadi cermin untuk kita refleksi bersama bagaimana mempercepat peningkatan kualitas pendidikan Indonesia,” ujar Mendikbud.

Laporan hasil Penilaian Nasional akan di gunakan sebagai bahan evaluasi dan umpan balik bagi sekolah dan Dinas Pendidikan dalam merencanakan kebijakan dan program ke depan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan keterbatasan yang ada di masing-masing sekolah.

Perubahan faktor utama UN

Alasan UN di ganti di dasarkan pada beberapa alasan. Misalnya, pada Ujian Nasional, materi yang di ujikan cenderung menitikberatkan pada aspek daya ingat dan hafalan yaitu kemampuan berpikir tingkat rendah, bukan penguasaan kompetensi secara umum.

Hal ini malah menjadi beban siswa, guru, bahkan orang tua, karena Ujian Nasional di jadikan sebagai salah satu indikator keberhasilan siswa sebagai individu.

Selanjutnya butir-butir yang di evaluasi belum sesuai dengan kebutuhan kompetensi abad 21 yang membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Siswa di tuntut tidak hanya untuk mengingat, memahami, dan menerapkan, tetapi juga mampu menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan sesuatu dari apa yang telah di pelajarinya.

Sehingga Penilaian Kecakapan Minimum (AKM) merupakan salah satu bentuk penilaian yang paling ideal untuk menggantikan peran Ujian Nasional karena di rancang untuk mengembangkan kompetensi berpikir tingkat tinggi bagi siswa. Sehingga di harapkan kualitas dan standar pendidikan Indonesia secara bertahap dapat meningkat.

Baca juga : RPP Penjaskes Kelas 7 doc Kurikulum 2013 Semester 1 dan 2

Aspek Penting AKM

AKM akan fokus mengukur dua aspek kompetensi minimal, yaitu kemampuan menalar menggunakan bahasa (literacy) dan kemampuan menalar menggunakan matematika (menomori). Menurut Mendikbud, dua kompetensi dasar ini harus di miliki oleh semua anak di era sekarang ini.

Mata pelajarannya hanya dua. Pertama, literasi adalah kemampuan memahami konsep membaca, bukan membaca. Kedua, aritmatika, yaitu bukan kemampuan berhitung, melainkan kemampuan menerapkan konsep berhitung dalam bentuk abstrak atau real.contextnya,” kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, seperti di kutip CNN Indonesia.

Aspek kompetensi minimal yang di maksud dalam hal ini adalah:

  1. keterampilan berpikir logis-sistematis;
  2. keterampilan menalar menggunakan konsep dan pengetahuan yang telah di pelajari;
  3. klasifikasi dan pemrosesan keterampilan informasi.

Inti dari penilaian AKM terutama mengacu pada standar yang di kembangkan oleh Program for International Student Assessment (PISA) dan Trends in the International Study of Mathematics and Science (TIMSS), sehingga telah teruji secara luas dan dapat mengikuti referensi yang di gunakan.

Bahkan Mendikbud mengatakan dalam mengembangkan soal-soal untuk AKM, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak PISA.

“Kami bekerja sama dengan organisasi yang membuat PISA yaitu OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) yang menilai semua kompetensi murni rasional,” katanya, dikutip CNN Indonesia.

Baca juga : Aplikasi Pembelajaran Online untuk Anak Sekolah SD, MI, SMA

Kelebihan AKM dari UN dalam Sekolah

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa AKM memiliki keunggulan di bandingkan dengan UN dari beberapa aspek:

1. AKM dapat mengukur semua mata pelajaran, sedangkan UN hanya beberapa mata pelajaran

Ketika Ujian Nasional masih berlaku, mata pelajaran yang di ujikan pada saat kelas akhir hanya mencakup mata pelajaran tertentu seperti Matematika, IPA/IPS, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Hal ini menyebabkan siswa lebih mengutamakan dan fokus pada mata pelajaran yang di ujikan, sedangkan mata pelajaran lainnya di baikan. Padahal masing-masing tema esensial memiliki manfaat dan bobot yang sama. Selain itu, mata pelajaran yang di ujikan tidak mampu memberikan gambaran yang utuh tentang kemampuan siswa.

2. AKM bukan merupakan syarat untuk pemilihan jenjang pendidikan berikutnya, tetapi berfungsi untuk meningkatkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Salah satu hal yang paling membedakan antara UN dan AKM adalah peran mereka. AKM tidak dirancang untuk menjadi indikator penentu kelulusan mahasiswa seperti UN.

AKM digunakan untuk mengukur kualitas pembelajaran dan memetakan iklim pembelajaran di setiap satuan pendidikan. Lantas mengapa AKM termasuk dalam tipe penilaian formatif? Karena proses evaluasi dilakukan di kelas menengah, bukan di kelas akhir.

3. AKM digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif dan karakter siswa, sedangkan Ujian Nasional hanya mengukur kemampuan kognitif

Keunggulan lain dari AKM adalah tidak hanya mengukur kemampuan kognitif siswa, tetapi juga mengukur aspek afektif bahkan iklim belajar.

4. AKM terjadi di tengah level sedangkan UN terjadi di akhir level

AKM berfungsi memberikan gambaran dan umpan balik terhadap kondisi dan proses pembelajaran di sekolah, sehingga fungsinya lebih kepada penilaian formatif, bukan sumatif seperti Ujian Nasional.

5. Model soal mencakup beberapa format, sedangkan UN hanya pilihan ganda

Di UN kita tahu bahwa format yang di gunakan hanyalah pilihan ganda yang kebanyakan menguji kemampuan mengingat dan memahami. Hal ini sedikit berbeda dengan jenis soal AKM yang terdiri dari berbagai format, yaitu selain pilihan ganda, ada juga soal isian pendek, uraian panjang, dan soal menjodohkan.

Baca juga : Cara Menghapus Siswa Non-aktif di Emis 4.0 Versi Terbaru

6. AKM memiliki tipe proof of stake yang rendah, sedangkan UN memiliki tingkat stake yang tinggi

UN di sebut highstake karena menentukan kelulusan siswa. Artinya ujian/tes mempunyai pengaruh yang signifikan atau penting bagi siswa. Sedangkan karena AKM bukan merupakan penentu kelulusan mahasiswa maka termasuk dalam tes risiko rendah.

7. Tingkat kesulitan AKM adaptif, sedangkan UN sama.

Soal AKM akan di sesuaikan dengan kemampuan dan pengetahuan siswa. Berbeda dengan UN, dimana soal ujiannya sama untuk semua siswa.

Nah itu dia beberapa kelebihan AKM dibanding UN ya. Tentu masih banyak hal lain yang bisa dipelajari dari Minimum Proficiency Assessment ini. Lebih penting lagi, perubahan evaluasi sistem pendidikan di Indonesia diharapkan membawa akibat yang baik dan positif bagi peningkatan mutu dan mutu pendidikan kita.

  • Bagikan