Pengertian Gender Equalit dan Tujuannya

BYSNIS.COM – Gender equality di Indonesia masih jadi isu yang hangat. Tingginya kasus kesetaraan gender yang belum terselesaikan jadi pemicu utama para aktivis sosial, khususnya kaum perempuan memperjuangkan hak asasi manusia ini dengan melakukan berbagai macam gerakan dan kampanye.

Pengertian Gender Equality

Gender equality adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh para aktivis sosial, khususnya kaum perempuan untuk memperjuangkan hak jenis kelamin, baik itu laki-laki maupun perempuan.

Sayangnya, banyak pihak yang salah menilai bahwa gerakan atau kampanye ini hanya memperjuangkan suara kaum perempuan saja. Faktanya, gerakan atau kampanye yang mengatasnamakan gender equality ini juga memperjuangkan hak perempuan dan laki-laki.

Tujuan adanya gerakan atau kampanye gender equality adalah untuk mengkritisi budaya yang sudah ada selama ini. Di mana budaya tersebut bersifat merugikan hak perempuan dan hak laki-laki.

Dengan adanya gerakan atau kampanye yang dilakukan oleh aktivis sosial , maka tidak ada lagi identitas gender yang dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Jadi, tujuan gerakan atau kampanye ini tidak hanya menguntungkan perempuan saja, tetapi juga kaum laki-laki.

Contoh Kesenjangan Gender

Kaum perempuan memang jadi perhatian utama dalam kasus kesenjangan ini. Perempuan seringkali takut untuk mengenyam pendidikan tinggi hingga memiliki karir yang bagus karena masyarakat masih melanggengkan budaya patriarki.

Budaya patriarki ini membuat posisi wanita berada di kelas kedua atau second class di bawah laki-laki. Oleh sebab itu, sulit untuk menemukan perempuan yang berpendidikan tinggi dan memiliki jenjang karir yang bagus, terutama di Indonesia.

Beberapa isu atau sejumlah contoh kesenjangan antara perempuan dengan laki-laki terjadi di beberapa sektor yang menandakan gender equality di Indonesia belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Berikut salah satu contoh kesenjangan perempuan dengan laki-laki yang masih terjadi dan perlu diatasi:

1. Kesenjangan di Dunia Kerja

Masih banyak lowongan pekerjaan yang menerapkan segmentasi jenis kelamin yang bersifat diskriminatif. Misalnya, pekerjaan lapangan atau sifatnya berat hingga pekerjaan yang identik dengan kaum laki-laki akan sulit menyerap tenaga kerja perempuan.

Diskriminatif segmentasi jenis kelamin ini juga terjadi di lingkungan perusahaan. Biasanya, karyawan perempuan cenderung sulit untuk naik jabatan atau mendapat promosi jabatan meskipun memiliki kualitas yang bagus. Perusahaan lebih memilih laki-laki karena memiliki kepentingan jangka panjang ketimbang perempuan yang biasanya segera resign setelah menikah atau bahkan setelah punya anak.

Masih banyak yang berasumsi bahwa pekerjaan perempuan hanya sekadar tambahan peran atau pendukung di sebuah perusahaan. Di sisi lain, perempuan memiliki tanggung jawab untuk mengurus rumah dan menjadi ibu rumah tangga seutuhnya.

Masih banyak yang berasumsi bahwa pekerjaan perempuan hanya sekadar tambahan peran atau pendukung di sebuah perusahaan. Di sisi lain, perempuan memiliki tanggung jawab untuk mengurus rumah dan menjadi ibu rumah tangga seutuhnya.

Kesetaraan antara perempuan dengan laki-laki bersifat penting bagi kehidupan sosial dan rate pengangguran di Indonesia. Misalnya, jika tidak ada segmentasi jenis kelamin yang bersifat diskriminatif, maka banyak perempuan yang terjun ke dunia lapangan kerja. Sehingga, rate pengangguran di Indonesia pun akan berkurang dan pendapatan nasional akan bertambah. Di sinilah peran masyarakat dan pemerintah dibutuhkan agar tidak ada lagi kesenjangan antara perempuan dan laki-laki di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.