Penelitian kualitatif: definisi, tujuan, jenis, karakteristik dengan Lengkap

  • Bagikan
Penelitian kualitatif: definisi, tujuan, jenis, karakteristik dengan Lengkap

BYSNIS.COMPada kesempatan kali ini kita akan membahas pengertian penelitian kualitatif menurut para ahli, jenis-jenis penelitian kualitatif, tujuan, ciri-ciri dan tata cara penelitian kualitatif di bawah ini.

Penelitian kualitatif

Definisi penelitian kualitatif

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang di gunakan untuk meneliti keadaan objek secara alamiah, di mana peneliti sebagai instrumen kuncinya. (Sugiyono, 2005). Perbedaan dari penelitian kuantitatif adalah penelitian ini di dasarkan pada data, menggunakan teori-teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir pada sebuah teori.

Menurut Moleong (2005: 6)Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena yang di alami subjek penelitian seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain.

Secara komprehensif, dan melalui uraian dalam bentuk kata-kata dan bahasa, dalam konteks khusus yang wajar atau dengan penggunaan berbagai metode alamiah.

Pengertian penelitian kualitatif menurut para ahli (experts)

Menurut Saryono (2010)Penelitian ini adalah penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, mendeskripsikan, dan menjelaskan kualitas atau karakteristik pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur, atau digambarkan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.

Menurut Sugiyono (2011), Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang didasarkan pada filosofi post-positivisme, yang digunakan untuk meneliti kondisi suatu objek alam, (tidak seperti eksperimen) dimana peneliti adalah instrumen kunci, pengambilan sampel dari sumber data.

Sengaja atau bola salju, teknik pengumpulan datanya triangulasi (gabungan), analisis datanya induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.

Tujuan penelitian kualitatif

Menurut KriyantonoTujuan penelitian kualitatif adalah untuk menjelaskan suatu fenomena sedalam mungkin dan dengan mengumpulkan data sedalam-dalamnya, yang menunjuk pada pentingnya kedalaman dan detail dari data yang di teliti.

Dalam penelitian ini, semakin mendalam, mendetail dan menggali data yang di peroleh, maka semakin baik pula kualitas penelitian yang dapat di interpretasikan. Jadi dalam hal jumlah responden atau objek penelitian.

Metode penelitian kualitatif memiliki objek yang lebih sedikit di bandingkan penelitian kuantitatif. Hal ini karena lebih mengutamakan kedalaman data dan bukan jumlah data.

Karakteristik penelitian kualitatif

Jenis penelitian kualitatif ini bisa juga di sebut penelitian naturalistik, metode fenomenologis, metode impresionistik, dan metode post-positivis. Ciri-ciri dari jenis penelitian ini adalah sebagai berikut: (Sujana dan Ibrahim, 2001: 6-7; Suharsimi Arikunto, 2002: 11-12; Moleong, 2005: 8-11; Johnson, 2005 dan Kasiram, 2008: 154-155).

  1. Pola pikir induktif (empiris – rasional atau bottom-up). Metode kualitatif sering di gunakan untuk menghasilkan grounded theory, yaitu teori yang muncul dari data dan bukan dari hipotesis seperti pada metode kuantitatif. Atas dasar itu, penelitian merupakan teori pembangkit, sehingga teori yang dapat di hasilkan berupa teori substantif.
  2. Perspektif emic/peserta sangat dihargai dan sangat di hargai. Kepentingan seorang peneliti terutama terfokus pada bagaimana persepsi dan makna didasarkan pada perspektif partisipan yang diteliti. Sehingga mereka dapat menemukan apa yang disebut juga fakta fenomenologis.
  3. Jenis penelitian kualitatif ini tidak dapat menggunakan desain penelitian yang baku. Desain penelitian dikembangkan selama proses penelitian.
  4. Tujuannya adalah untuk memahami, mencari makna suatu data, menemukan kebenaran, baik kebenaran empiris sensual, logika empiris maupun logika empiris.
  5. Subyek yang di pelajari, data yang di kumpulkan, dan sumber data yang di perlukan serta alat pengumpulan data dapat bervariasi berdasarkan kebutuhan.
  6. Pengumpulan data di lakukan atas dasar prinsip fenomenologis, yaitu melalui pemahaman yang mendalam tentang gejala atau fenomena yang di hadapi.
  7. Peneliti juga berfungsi sebagai pengumpul data sehingga keberadaannya tidak terlepas dari apa yang telah di teliti.
  8. Analisis data dapat di lakukan selama penyelidikan sedang berlangsung dan terus berlanjut.
  9. Hasil penelitian di sajikan dalam bentuk deskripsi dan interpretasi dalam konteks waktu dan situasi tertentu.
  10. Jenis penelitian kualitatif ini juga bisa di sebut penelitian natural atau penelitian naturalistik.

Baca juga: Teknik Dasar Tolak Peluru Gaya Obrien Penjaskes SMP dan MTs

Prosedur penelitian kualitatif

(Sudarwan Danim dan Darwis, 2003: 80) Prosedur pelaksanaannya fleksibel sesuai dengan kebutuhan, serta situasi dan kondisi di lapangan. Tahapan penelitian kualitatif adalah sebagai berikut:

  1. Merumuskan masalah sebagai fokus penelitian.
  2. Mengumpulkan data di lapangan.
  3. Menganalisis data.
  4. Merumuskan hasil studi.
  5. Mengembangkan rekomendasi untuk pengambilan keputusan.

Jenis penelitian kualitatif

Penelitian dengan pendekatan kualitatif dapat di bagi menjadi lima jenis utama, yaitu: fenomenologi, etnografi, penelitian studi kasus, grounded theory, dan penelitian sejarah. (Johnson, 2005: 8).

Fenomenologi

Penyelidikan fenomenologis dapat di mulai dengan memperhatikan dan mengkaji fokus fenomena yang akan di teliti, yang menganalisis berbagai aspek subjektif dari perilaku objek. Kemudian peneliti melakukan data mining berupa bagaimana pemaknaan objek dengan memberi makna pada fenomena terkait.

Penggalian data ini dapat di lakukan dengan melakukan wawancara mendalam dengan objek atau informan dalam suatu penelitian, serta melakukan pengamatan langsung tentang bagaimana objek penelitian menginterpretasikan pengalamannya kepada orang lain.

Etnografi

Metode penelitian etnografi adalah penyelidikan yang bertujuan untuk mengkaji bentuk dan fungsi bahasa yang ada dalam budaya yang kemudian dapat di gunakan untuk berkomunikasi oleh individu-individu di dalamnya. Dan perhatikan bagaimana bentuk dan fungsi bahasa itu sendiri menjadi bagian dari kehidupan suatu masyarakat.

Metode etnografi menafsirkan kelompok sosial, sistem yang berlaku dan peran yang mereka mainkan, kemudian interaksi sosial yang terjadi dalam suatu masyarakat. Metode etnografi sering di gunakan untuk memusatkan perhatian pada kegiatan atau ritual tertentu masyarakat, bahasa, kepercayaan, cara hidup, dll.

Studi kasus

Metode penelitian studi kasus mengkaji kasus atau fenomena tertentu yang ditemukan di masyarakat dan di lakukan secara mendalam untuk mempelajari anteseden, keadaan dan interaksi yang terjadi.

Studi kasus di lakukan dalam satu kesatuan sistem yang juga dapat berupa program, kegiatan, peristiwa atau kelompok individu yang ada dalam keadaan atau kondisi tertentu.

Baca juga: 10 Penjelasan Singkat Hadits Menuntut Ilmu Seperti At-Tirmidzi

Metode teori dasar

Metode teori dasar adalah penyelidikan yang di lakukan untuk menemukan suatu teori atau memperkuat suatu teori yang sudah ada dengan mengkaji prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah dasar yang ada. Kemudian di buat kesimpulan-kesimpulan dasar yang membentuk prinsip-prinsip dasar suatu teori.

Pengumpulan data metode teori dasar ini dapat di lakukan melalui observasi, studi lapangan, perbandingan antar kategori, fenomena dan situasi berdasarkan berbagai evaluasi, seperti studi induktif, deduktif dan verifikatif hingga datanya jenuh.

Metode sejarah

Penelitian metode sejarah adalah penelitian yang memiliki fokus investigasi berupa peristiwa yang telah terjadi dan merekonstruksi masa lalu dengan sumber data sejarah atau saksi-saksi yang masih ada hingga saat ini.

Sumber data dapat di peroleh dari berbagai catatan sejarah, artefak, laporan lisan, atau bahkan saksi hidup yang kesaksiannya dapat di buktikan.

demikian penjelasan di atas dapat membantu dan membantu teman-teman semua. Terima kasih

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *